Sebuah Blog Biasa Dari Seseorang Yang Biasa Aja

Kamis, 13 Oktober 2011

Nilai Kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman

Jati Diri Unsoed
Bab 3
































Joshua Markus Adrian
E1A011075
Universitas Jenderal Soedirman



Nilai Kejuangan Pangsar Jenderal Soedirman
Deskripsi
Semangat dan nilai kejuangan yang ditampilkan oleh Pangsar Jenderal Soedirman yang dapat dicontoh dan diaktualisasikan oleh civitas akademika Unsoed, khususnya Mahasiswa adalah: sifat religius, sifat pendidik, sifat demokrat, dan sifat prajurit
Kompetensi dasar
1.      Peranan Mahasiswa
Kedudukan mahasiswa sebagai generasi muda bangsa juga sebagai generasi muda intelektual, memiliki tanggung jawab sebagai calon pemimpin masa depan dan memikul tanggung jawab terhadap perkembangan dan implentasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada tahun 60-an, Universitas Jenderal Soedirman adalah universitas yang didirikan atas dukungan ABRI sebagai wujud terimakasih Pimpinan Angkatan Darat(Jenderal Achmad Yani) kepada masyarakat Banyumas.
2.      Aspek Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
2.1  Ilmu Pengetahuan, usaha manusia untuk mempelajari, mengerti, dan memahami.
2.2  Rekayasa, usaha memanfaatkan ilmu pengetahuan agar dapat menunjang peningkatan kualitas hidup.
2.3  Teknologi, usaha memanfaatkan ilmu pengetahuan pengalaman dan rekayasa untuk dituangkan dan menghasilkan barang jasa yang berguna.
3.      Biografi Pangsar Jenderal Soedirman
Pangsar Jenderal Soedirman merupakan pahlawan nasional yang dikategorikan sebaga tokoh yang memiliki nama besar, namun berasal dari rakyat kecil. Orang tuanya seorang Mandor Tebu bernama Karsid, sedangkan ibunya bernama Siyem. Tetapi sejak bayi beliau dijadikan anak angkat oleh keluarga R. Cokrosunaryo yang menjabat sebagai asisten Wedana (Camat) di Rembang. Karena Ayah angkatnya pensiun sebagai asisten Wedana, pindah ke Cilacap untuk menjadi Penasehat pengadilan Negeri Cilacap. Karena Ayah angkatnya seorang Priyayi, Soedirman dapat memasuki sekolah Hollandsch Inlandsche School(HIS) atau Sekolah dasar Belanda. Pada kelas VI ia pindah ke HIS Wiworotomo dan menamatkan pendidikan dasarnya. Selanjutnya ia meneruskan pendidikannya di Meer Uitgereid Lage Onderwijs(MULO). Ia dipercaya untuk memimpin berbagai kegiatan diantaranya Ikatan Pelajar Wiworotomo, Ketua Persatuan Sepak Bola Banyumas, Ketua Hisboel Wathan Muhammadiyah Wilayah Banyumas.
3.1  Pangsar Jenderal Soedirman Sang Pendidik
Setelah menamatkan pendidikan di Mulo pada tahun 1934, ia ingin menjadi guru agar dapat mendidik generasi muda bangsa di HIS Muhammadiyah. Soedirman dinilai oleh pimpinan Muhammadiyah Cilacap sebagai guru yang baik. Ia juga di senangi murid-muridnya karena pandai dalam menyampaikan pelajaran. Hubungan Soedirman dengan sejawat guru juga terjalin dengan baik serta selalu bekerja sama. Berkat ketekunan dan kepemimpinannya Pangsar Jenderal Soedirman terpilih menjadi Kepala Sekolah di HIS Muhammadiyah.
3.2  Pangsar Jenderal Soedirman Sang Mubaligh
Secara formal Soedirman tidak pernah mengenyam pendidikan di pesantren, tetapi bakat dan pengalamannya berpidato ia menjadi seorang Da’i yang terkenal di cilacap, Banyumas dan sekitarnya.
3.3  Pangsar Jenderal Soedirman Sang Demokrat
Soedirman tidak pernah membeda-bedakan, tidak eklusif dan menganggap semua temannya diperlakukan dengan baik. Hal inilah yang menandakan bahwa Soedirman memiliki sifat yang demokrat. Pangsar Jenderal Soedirman oleh temannya Ikatan Pelajar Wiworotomo dan selalu mengutamakan kerja sama. Pada waktu menjadi Pandu Muhammadiyah sangat dikenal karena kearifannya dan dipercaya memimpin HW dan memiliki sifat demokratis. Dengan gaya kepemimpinan demikian mencerminkan sifat yang demokratis dan akomodatif. Soedirman tetap berpegang pada prinsip. Soedirman tidka hanya memberikan perintah tapi juga memberikan teladan.
3.4  Pangsar Jenderal Soedirman Sang Prajurit Pejuang
Sebagai tokoh masyarakat Soedirman terpanggil memasuki Luch Bischermen Diens. Berkat ketekunannya Soedirman terpilih menjadi Kepala LBD sektor Cilacap. Selain itu Pangsar Jenderal Soedirman terpilih menjadi anggota Syu Sangi. Pangsar Jenderal Soedirman juga ditunjuk menjadi komandan PETA. Namun karena beliau sudah nampak bersikap anti Jepang, Soedirman di tahan di kamp isolasi. Soedirman dan kawan-kawan yang di isolasi melakukan tindakan meloloskan diri. Setelah lolos dari kamp isolasi, Soedirman kembali ke Cilacap untuk membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). Seiring berjalannya waktu Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dibentuk dan Soedirman menjadi Komandan Resimen Purwokerto dengan pangkat Kolonel.
3.5  Pangsar Jenderal Soedirman Sang Panglima Besar TKR
Susunan kepemimpinan TKR belum memadai karena belum ada seorang Panglima Besar. Untuk itu dilakukan pemilihan Panglima Besar dari para perwira tinggi yang ada. Pemilihan yang dilakukan tiga tahap dimenangkan oleh Soedirman. Terpilihnya Soedirman sangat mengejutkan karena usianya masih 29 tahun. Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa dan sampai saat ini belum ada yang menandingi prestasi Pangsar Jenderal Soedirman
3.6  Pangsar Jenderal Soedirman Memimpin Pertempuran Ambarawa
Kedatangan sekutu dan NICA menimbulkan kekacauan serta situasi tidak aman di Indonesia. Dalam menghadapi pertempuran, Soedirman melakukan koordinasi dengan para komandan. Hal yang dilakukan TKR ini mulai menunjukan hasil. Pasukan sekutu terdesak mundur. Demikianlah keberhasilan Pangsar Jenderal Soedirman dalam memimpin pertempuran di ambarawa.
3.7  Pangsar Jenderal Soedirman Mengatur Siasat Perang Gerilya
Setelah perintah kilat dikeluarkan, strategi yang digunakan adalah perang gerilya. Berperang dan bertahan terus menerus tanpa mengenal waktu dimana saja mereka berada. Strategi inilah yang dapat mengalahkan Belanda.
3.8  Pangsar Jenderal Soedirman Menghindari Perburuan Belanda
Markas Soedirman yang dipindahkan  ke Divisi Sungkono, pada saat yang sama diciptakan Soedirman palsu untuk mengelabuhi Belanda. Tanpa merasa lelah rombongan bergerak dan pada tanggal 9-1-1949 rombongan sampai di Jambu
3.9  Pangsar Jenderal Soedirman Memimpin Langsung Perang Gerilya
Sejak berada si Sobo, beliau melanjutkan lagi memimpin langsung perang gerilya. Sewaktu Soedirman di Sobo banyak hal teknis yang harus diselesaikan, misalnya perselisihan antar batalyon. Dengan satu surat dari Soedirman, perselisihan berhenti dan mereka dialihkan perhatiannya untuk bertempur bersama melawan Belanda.
3.10          Pangsar Jenderal Soedirman Kembali Ke Yogyakarta
Menurut Pangsar Jenderal Soedirman, untuk lebih mengetahui situasi yang sebenarnya terhadap perkembangan republik adalah kembali mendekati kota Yogyakarta.
4.       Nilai Kejuangan Dan Kebesaran Jiwa Pangsar Jenderal Soedirman
Sikap dan perbuatan Pangsar Jenderal Soedirman sebagai prajurit TNI dan warga negara RI, merupakan pencerminan Jiwa dan Semangat Juang 45. Bukan keharuman nama pribadi, melainkan nilai kehormatan bangsanya yang hendak dicapainya. Soedirman termasuk orang yang rela menerima apa yang sedang dihadapinya dan menggunakan apa adanya. Pangsar Jenderal Soedirman menjabat pimpinan organisasi apapun, menjadi pimpinan WMPM Banyumas, menjadi ketua kepanduan seluruh Banyumas, kepala sekolah Muhammadiyah dan menantu orang kaya, menjadi anggota DPR (Coo Sangi In), menjadi Ketua Badan Pengumpulan Bahan Makanan, menjadi Daidanco, diserahi gudang beras dan gudang pakaian yang isinya bertumpuk-tumpuk, Kepala BKR Banyumas, Menjadi kepala Tertinggi TKR dan menajadi Panglima Besar tetap menjadi Soedirman dengan sikap hidup, pribadi serta cara hidup yang sederhana, tekun dan taat terhadap agama.



1 komentar:

  1. Gabung My Blog ya JO,,,,,,,,,,
    www.immanueladmin.blogspot.com

    aku nuel sinaga
    Fakultas Ekonomi Unsoed,,,,,,,,,,,,,,
    tHx

    BalasHapus